Russian Roulette
Didi
Hits: 76

Suatu hari teman lama membanggakan profesinya sebagai Hakim dan kemudian kebanggaannya melebar sampai pada memiliki rumah dan mobil mewah. Saya hanya tertegun ngeri dengan pernyataannya tersebut karena didapatkan dengan cara yang tidak “konvensional”. Di lain waktu, teman saya lainnya yang berprofesi sebagai Kontraktor bangunan pemerintah juga menceritakan bagaimana ia mendapatkan hampir sebagian kekayaannya. Beberapa hari yang lalu belum begitu lama muncul kabar kedua-duanya telah di bui. Tertangkap tangan Otoritas Hukum.

Apa yang sedang terjadi? Kedua teman lama tersebut sedang memainkan permainan berbahaya bernama Russian roulette . Bagaimana dalam bisnis? Pebisnis kerap Over Confidence. Otak kanan menjadi legitimasi. Memang yang mudah itu menyenangkan. Dalam bisnis properti, roullet russia kita temukan dalam berbagai macam bentuk. Mengajukan hutang dalam jumlah yang amat besar dengan proyek sebagai agunan adalah sebuah pertaruhan besar. Berhutang relatif cukup mudah. Sekejap anda akan kaya karena gelontoran uang panas. Ekuitas keuangan anda sekejap akan berubah menjadi positif alias berlimpah uang. Anda akan masuk dalam daftar milyader baru. Tapi apakah anda tahu bahwa anda juga akan bisa hilang dalam sekejap? Uang panas punya kecenderungan untuk mudah dibelanjakan.

Jika anda Developer maka bukan soal berlimpahnya uang yang anda punya (tidak peduli bagaimana mendapatkannya; cara berhutang ke bank atau bukan) tetapi yang terpenting adalah bagaimana mengelolah uang anda dengan baik. Sepanas apapun uang tersebut anda perlu untuk berlatih mengendalikan diri. Menahan nafsu. Sehingga dengan begitu anda tidak mudah mengkambing hitamkan sesuatu jika anda gagal. Mudah saja kan mencari kambing hitam? Tunjuk diri anda sendiri!. Yaitu yang tidak bisa mengendalikan diri anda atau dalam bahasa menajemen; anda gagal melakukan tata kelola organisasi yang baik. Jadi mari rasional. Akhirul kalam, andai anda masih inget kalimat bijak lama yang bunyinya begini; “Organisasi yang terkenal jahat namun terorganisir akan lebih mudah menang dalam kancah perang dibandingkan dengan organisasi yang terkenal baik tetapi tidak terorgansir. Itulah hukum alam! Sunatullah!

Adi Haryadi

Leave your comments

Comments

  • No comments found