Kambing Kurban
Didi
Hits: 61

Lolos dari kematian itu adalah sebuah anugerah Tuhan. Orang yang lolos beberapa kali dari kematian umumnya tersadarkan akan makna hidup. Itu pembingkaian cerdas supaya kita tetap waras. Tapi bagaimana dengan orang yang selalu lolos dari kerugian alias selalu untung dalam beberapa kali kesempatan?. Masalahnya adalah ketika anda mendapatkankan untung dalam beberapa kali kesempatan, anda lupa untuk melakukan pembingkaian. Anda mengatakan bahwa itu adalah “keuntungan”, alih alih “lolos dari kerugian” atau “beruntung”.

Anda dengan pintar membingkai satu sisi namun melupakan sisi lainnya. Luar biasa. Dadu tidak punya logika, demikianlah kenyataannya. Jika anda meyakini sebaliknya maka anda telah sesat pikir. Bukan berarti anda tidak pernah rugi bahwa anda akan selalu untung. Demikian pula sebaliknya. Analoginya begini; seokor kambing kurus dibeli oleh seorang untuk diperlihara, diberi makan dan minum setiap harinya dijaga dengan baik gizinya, keadaan kandang pun diperhatikan dengan seksama kebersihannya. Berminggu-minggu si kambing mendapatakan perlakuan istimewa layaknya warga kelas satu. Awalnya si kambing gelisah dengan perubahan nan drastis ini (sudah sepatutnya demikian) namun dalam beberapa minggu cepat saja menguap menjadi kegembiraan dan sedikit keangkuhan. Apa lacur?.

Tidak lama kemudian dagingnya yang empuk dan gemuk itu berakhir di kuali gulai kambing untuk merayakan Hari Raya Kurban. Disembelih. Dalam hidup dan bisnis tingkah laku kita persis sama dengan si kambing kurban diatas. Jika mendapatkan dadu yang terus menguntungkan dalam beberapa kali kesempatan dalam hidup dan bisnis, anda lupa bahwa anda dapat saja “disembelih” kapan saja tanpa dapat diramal. Jadi bersikaplah dengan rendah hati baik dalam menyikapi keberuntungan anda dan bijaksanalah dalam mensikapi kemungkinan yang bakal terjadi dengan (mungkin) menerapkan standar hidup sederhana, menghindari hutang besar, setia hanya pada satu pasangan ;-). Untuk satu tujuan yaitu menebalkan bantalan saldo perusahaan (jika anda pebisnis) dalam rangka mempersiapkan diri datangnya kejadian yang dapat terjadi kapan saja tanpa anda sangka-sangka yang dapat menghapus kelangsungan hidup anda saat ini dalam sejarah evolusi manusia.

Jika anda hidup dalam rencana hidup orang lain atau dalam bahasa lain arsiran hidup anda yang kecil berada dalam arsiran hidup orang lain yang lebih besar maka waspadalah. Anda harus secepatnya keluar dari arsiran untuk membuat arsiran anda sendiri yang lebih besar dan mengisinya dengan arsiran lain yang lebih kecil. Karena anda adalah pengusaha.

Adi Haryadi

Leave your comments

Comments

  • No comments found