Mengumbar Janji
Didi
Hits: 48

Seorang sahabat telepon saya untuk membatalkan sebuah janji penting yang telah disepakati. Alasannya dia sedang sakit ambeyen dan kebetulan tidak ada yang jaga rumah karena kedua orang tuanya sedang ke luar kota, ditambah lagi pacarnya sedang muntah-muntah mungkin hamil. Layakkah saya percaya?

Untuk mengetahuinya mari kita jawab soal dibawah ini; “Laki-laki usia 40-an tahun; baju putih rapi dengan kemeja lengan panjang yang dilipat sampai ke siku; celana kain hitam; dipadu dengan sepatu pantofel hitam; potongan rambut rapih klasik dengan belahan pinggir kanan; kacamata berbingkai hitam dengan lensa agak tebal; sedang membaca koran Kompas; menenteng tas kulit.

Siapakah dia? Seorang dosen atau seorang pegawai swasta? Sama seperti saya, tentu anda akan menjawab dia adalah dosen. Sayang sekali kita semua tertipu karena peluang dia adalah dosen sangat kecil daripada peluang dia adalah karyawan swasta. Kita telah terjebak stereotype. Jika soal diatas saya tambahkan satu atau dua atribut lagi, sebagai contoh; “dia memiliki uban cukup banyak di sisi kanan dan kiri kepalanya dan rambut yang agak tipis/botak di atas kepalanya”. Maka kesalahan kita akan menjadi-jadi. Apa kebijaksanaannya disini?. Artinya semakin banyak atribut yang disematkan di dalam sebuah keterangan atau pernyataan maka semakin kecil kemungkinannya terjadi.

Dalam bisnis, jika anda adalah seorang calon investor maka berhati-hatilah dengan proposal bisnis yang datang pada anda. Pastikan betul proposal itu adalah seorang “karyawan” atau “dosen”.

Adi Haryadi

Leave your comments

Comments

  • No comments found