Jangan Hanya Pegang Palu
Didi
Hits: 143

Pukul 10 pagi, Jumat di Stasiun TV Nasional, sebuah acara secara Live mengundang seorang praktisi spritual perempuan berpakaian hitam-hitam. Didekatnya hadir juga bintang tamu Girl Band Remaja D’mojang. Dipandu oleh Komedian Wendy Cagur. Singkat kata acara kali ini adalah membaca kepribadian dari aura tubuh personel D’mojang. Tanya Sang Spritualis kepada salah satu personel D’mojang setelah diminta bercermin; “Apa yang anda lihat?”. Jawab personel D’mojang tersebut dengan semangat; “Saya melihat warna pink!” (Adakah warna aura pink? Saya tidak tahu..). Dibalas oleh sang spiritualis; “Anda sepertinya sedang galau ya?” (Tentu saja! Itu anak umur 16 tahun!).

Adegan berikutnya pindah kepada Wendy Cagur, tanpa diminta dia mengajukan diri untuk berdiri didepan cermin penasaran melihat warna auranya. Setelah 7 menit Wendy menyerah jujur karena tidak mampu melihat auranya sendiri. Dengan percaya diri Spiritualis mulai meramal untuk Wendy Cagur; “Anda punya karakter yang keras, jika iya maka iya begitu juga sebaliknya itu dikarenakan anda memiliki warna aura coklat kehitam2an. Tapi anda juga memiliki warna aura biru yang mana tidak bisa menolak jika ada beberapa pertimbangan yang rasional shg anda amat mudah mengikuti orang lain”. Mendengar ramalan yang “tepat” tsb Sang Host melonjak gembira sembari berteriak; “Benar..Benar banget mba! Saya kadang begitu...” Flash back ke 25 tahun yang lalu di Amerika Serikat, tepatnya di gedung FBI sedang terjadi perdebatan keras antara direktur dan jajarannya. Akhirnya diputuskanlah untuk tidak lagi menggunakan jasa Cenayang. What’s wrong?. Gara-gara ramalan berikut; “Pelaku pembunuhan ini kemungkinan besar adalah seorang imigran dari Amerika Selatan, hidup seorang diri kadang berkelompok dengan anggota etnis yang sama, kerap berlaku kasar jika diganggu, kadang mampu bersifat lembut jika mendekati kepentingannya. Berusia tidak lebih dari 30 tahun, bisa lebih tua namun tidak lebih dari 50 tahun. Berbadan atletis. Dengan tinggi tubuh maksimal 170 cm, bisa lebih bisa kurang. Berambut hitam legam aga tipis, biasa atau cukup ahli menggunakan benda-benda keras..dsb”. FBI merasa dibodohi? Bisa iya, bisa tidak.

Aktor Nicholas Cage di film yang dibintanginya pernah dibuat kesal setengah mati oleh lawan mainnya yang berkata begini; “Kau melihat apa yang ingin kau lihat” ketika melihat deretan angka acak yang disangka (baca: diramal) oleh Cage tanggal jatuhnya pesawat udara berikutnya. Bias konfirmasi acapkali terjadi di dunia bisnis, sebagai contoh jika sebuah perusahaan tiba-tiba bangkrut setelah mencetak peak performance maka fenomena pengamat/ahli mendadak akan ramai-ramai muncul. Yang merasa ahli di pemasaran mengatakan bahwa itu terjadi karena penetrasi pasar yang ga deeply; Yang merasa ahli keuangan mengatakan bahwa ada yang tidak beres dengan cash flow. Yang merasa ahli SDM mengatakan bahwa SDM tak termotivasi. Yang merasa ahli di bidang produksi mengatakan ada proses supply chain yang ga beres. Semua salah sekaligus benar. Demikianlah “Jika yang kau pegang hanya palu maka semua yang kau lihat adalah paku”, ucap orang bijak bestari. Nasehat saya begini (jika anda Pebisnis); Jangan bekali tangan anda hanya dengan perkakas “Palu”, tetapi juga “Gergaji”, “Cangkul”, “Bor”, “Linggis”, “Obeng”, “Kunci Inggris” dsb. Apapun yang mampu anda dapatkan. 

Adi Haryadi

Leave your comments

Comments

  • No comments found