Kita Butuh Pahlawan
Didi
Hits: 41

6000 tahun yang lalu, socrates pernah gelisah dengan para penganut optimisme buta. Sehingga ia dengan kesal menceritakan sebuah cerita. Ceritanya begini; suatu hari yang cerah berlayarlah sebuah kapal berawak 100 orang dari Athena menuju Roma. Kapal yang indah nan tangguh yang dengan cepat membuat sang nahkoda kapal sesumbar bahwa kapal tak akan pernah karam. Tapi bukan itu ceritanya.

Hari ke-5 kapal tersebut benar-benar karam di lautan terdalam. Yang berhasil selamat hanyalah 1 orang saja, sisanya tenggelam didasar laut bebas. Bagaimana reaksi mereka yang selamat?. Jawabannya mereka cenderung sesumbar. Semua atribut seperti; “pandai berenang”, “meminum air laut untuk bertahan”, “badan kekar”, “terapung dan bertahan di kayu berhari-hari”, “melawan hiu yang ganas” dsb bercambur aduk menjadi sebuah cerita kepahlawanan. Mengagumkan!. Terus bagaimana dengan mereka yang tidak selamat (99 orang)?. Apakah mereka bisa bercerita?; Apakah mereka tidak lebih pandai berenang?. Apakah mereka tidak lebih kekar?. Tidak meminum air laut untuk bertahan hidup?. Apakah mereka tidak terapung dulu sampai kemudian berada di perut hiu gergaji?. Mereka selamanya tidak akan pernah dapat bercerita. Sayang sekali!.

Bagaimana di kehidupan bisnis kita?. Tentu saja, yang sukses (baca: selamat) akan berapi-api bercerita diatas panggung tentang segala atribut sukses mereka. Itulah mengapa buku-buku tentang motivasi dan sukses bisnis menjadi ramai karena kita ingin sukses tanpa kita sadari bahwa atribut yang sama juga melekat pada pebisnis atau penulis yang sudah “karam”. Jadi saran saya buat anda supaya pengetahuan anda berimbang. Jangan hanya baca buku cara sukses tapi juga cara gagal bisnis. Berani?

Adi Haryadi

Leave your comments

Comments

  • No comments found