Inisiatif vs Sistem
Didi
Hits: 57

Anda ingin anak buah anda punya inisiatif dalam bekerja?. Anda ingin mereka bisa bekerja tanpa disuruh?. Respon anda terhadap situasi ini dengan segera mengadopsi sebuah sistem kerja dalam rangka penguatan organisasi. Anda keliru besar. Namun anda tidak sendiri. Ini kekeliruan jamak terjadi di kalangan pebisnis. Apa hubungan antara inisiatif dan sistem? Tidak ada.

Inisiatif adalah kehendak bebas, sebuah inisiasi yang dilakukan seseorang karena sadar untuk melakukan sesuatu. Sedangkan sistem adalah sebuah perkakas sistematik bahkan terstruktur yang sengaja diciptakan untuk mengatur sejumlah kelompok orang dalam berorganisasi. Singkat kata, sistem kerja dibuat untuk mengatur perilaku organisasi. Jadi jika anda menginginkan seseorang melakukan sesuatu tanpa harus diminta atau disuruh maka anda perlu men-screen khusus keberadaan orang-orang khusus seperti ini. Dalam kajian sosiologi, budaya jawa yang kaya dengan kesadaran meyakini bahwa kosmos ini memberikan tuahnya hanya pada orang-orang yang memiliki kesadaran kosmis. Ada hubungan timbal balik antara kesadaran kosmos dan kosmis ini. Situasi kebatinan manusia jawa ini melegenda dalam laku batin dan mengejewantah dalam perilaku yang sadar. Mereka terlahir sudah membawa arketip seperti ini. Bagaimana dengan manusia yang tak pernah mengenal situasi kebatinan yang khas seperti ini? yang mana terlahir tidak pernah mengenal arketip sejarah ini?

Tentu amat sulit bagi alam pemikiran mereka yang terbiasa berpikir daripada merasakan. Apalagi jika mereka telah mencicipi pendidikan modern yang kaya dengan warna logika dan rasionalitas. Mereka tidak bertindak berdasar kesadaran sich. Mereka bertindak dominan karena komitmen atau kesadaran yang lahir daari sebuah kesepakatan dengan entitas yang setara atau otoritas yang lebih tinggi. Itu yang disebut dengan sistem. Mereka kaum profesional yang tidak suka diperintah bila tanpa ada kesepakatan/komitmen yang disepakati terlebih dahulu. Namun jika kesadaran mereka telah dibakukan dalam sebuah sistem maka mereka akan bekerja keras untuk mewujudkannya tanpa tedeng aling-aling, dengan hasil yang kadang menakjubkan penuh determinasi. Mereka bekerja dengan sistematis, terstruktur dan kinerjanya dapat diukur. Tentu tidak mudah mendapatkan talent seperti ini. Namun perdebatan kita kali ini adalah tentang kesalahan pikir anda sebagai owner bisnis. Kata orang bijak begini ; “The right man in the right place”. Jadi taruhlan orang yang tepat di tempat yang tepat. Tergantung kebutuhan organisasi anda yang mana. Tentu anda lebih tahu..

Adi Haryadi

Leave your comments

Comments

  • No comments found