Tukang Jual Kecap
Didi
Hits: 41

Anda patut berpikir ulang untuk mendirikan bisnis dihamparan pasar bebas seperti sekarang ini. Ada banyak yang tak terduga bisa terjadi. Market semakin dinamis, bergerak cair dibandingkan 2 dasawarsa terakhir. Jika anda hebat di masa lalu bukan berarti anda bisa anda hebat di saat ini. Di masa lalu anda mendapat kehebatan anda karena industri masih diisi oleh pemain-pemain yang relatif sedikit. Anda pionir dan anda berbakat. Namun pada saat ini ditengah pusaran kompetisi yang berdarah-darah di tengah pemain-pemain yang jumlahnya bahkan tidak bisa dihitung dengan jari lagi, anda sedikitnya atau banyak membutuhkan keberuntungan untuk menang.

Namun jika sekalipun anda menang dalam beberapa kali putaran masih dapat dianggap anda beruntung. Entah karena apa anda sukses, sulit untuk mencari jawabannya. Busines to Customer (B to C) mungkin tidak lagi menjadi pilihan bisnis saat ini karena sulit sekali untuk mengetahui keinginan pasar. Alih-alih mengetahui kehendak pasar, malah kita akan sangat rawan terkena ilusi pikir. Ingat, otak kita selalu ingin mendapatkan pola yang koheren. Tetapi sayang tidak ada yang koheren di atas muka bumi ini. Mungkin anda perlu untuk merubah haluan dalam cara menjual yaitu dengan mulai mencari captive market. Tanyakan bagaimana cara kerja sistem ini kepada teman-teman keturunan Tionghoa. Mereka tahu betul bagaimana menuju pasar yang begini. Hal itu yang menjelaskan mengapa mereka menjual dengan amat sangat mudah ketimbang pribumi. Bahkan dengan harga yang cukup tinggi. Pribumi perlu belajar banyak pada etnis Tionghoa; Bagaimana itu uang, cara kerja uang, bahkan bagaimana cara mendapatkan uang serta menghabiskan uang. Apakah itu bawaan alam? Mungkin..yang jelas yang saya tahu, mereka bergembira dengan uang!

Tidak penting berapa yang engkau keluarkan, yang terpenting adalah berapa banyak yang dapatkan, demikian ujar sang Tukang Jual Kecap Legendaris, Nathan Morris Si Tukang Jual Kecap-Spesialis perkakas dapur asal Amerika Serikat. Anda harus jadi tukang jual kecap. Jadi yang pertama adalah anda menguasai pasar captive, kemudian ber-metamorfosa menjadi tukang jual kecap dan yang terakhir adalah kuasai ilmu selling-nya baik teknis maupun psikisnya. Teknik menjualnya anda dapat belajar pada James Gwee, Motivasi/psikisnya mungkin anda dapat belajar pada TDW atau Andri Wongso. Efek jangkar (negosiasi harga mesti tak akan pernah jauh dari harga pertama yang dilempar oleh penjual), efek kontras (diskonto) atau efek kesempatan terakhir yang dipadu menjadi satu tak akan berpengaruh banyak pada jiwa-jiwa penjual yang tak pernah memahami jati diri sejati menjadi seorang tukang jual kecap.

Adi Haryadi

Leave your comments

Comments

  • No comments found